Tag Archives: yang mengganggu

Surat dari Pria GR

Standar

Ini, adalah surat peringatan dari seorang Pria, untuk hatinya. Agar tak lagi rindu. Agar tak perlu bertele-tele dan cengeng seperti roman, dan tak perlu seperti drama atau seperti kisah sinetron lainnya.

Tidak seperti para Pria lainnya, Pria ini menolak untuk berani, dia pemalu, bisu rasa dan juga buta rupa. Seumur hidup dia tidak terlalu mengenal banyak Nona-nona. Ada begitu banyak hal yang belum dia ketahui tentang mereka. Pria ini kuno, semakin berumur dia tak lagi punya teman untuk sekedar dikirimi pesan atau untuk bercakap-cakap ringan. Pun begitu banyak yang masih misteri, tapi ada rasa senang yang sungguh tak terelakkan setiap kali dia berdiskusi denganmu Nona. Saat tenggelam dalam duniamu Nona, Pria GR itu cukup bahagia karena tak lagi sepi.

Pria itu tak tahu sejak kapan dia merasakan GR nya. Awalnya dia sekedar iseng menyapa. Sedikit kata dan membosankan. Yang pertama kali hanyalah “hei” yang sederhana, lalu dia lupa kata apa berikutnya yang bisa membuat Nona suka membalas. Namun dia ingat betul dia belum jadi GR kala itu. Entah sejak kapan tiba-tiba bayangan Nona itu mulai mengganggu hidupnya. Jadi, Pria yang dulunya suka rasa sepi itu sadar bahwa karena perkara ini, sekarang hatinya belum mau memaklumi dan enggan berdamai dengan pikiran.

Sekarang Pria GR itu seperti memakan sepotong kue rasa rindu di dalamnya. Selanjutnya rindu-rindu itu ada di tiap-tiap jendela, dan pintu, hingga atap rumah. Mereka menyelinap seperti dedemit yang menghantui dan suka bilang “hei” dengan nada seram kepadanya hingga muncul rasa takut. Ya, takut hanya karena “hei” yang sederhana Pria GR itu harus menanggung akibatnya.

Jadi, ini adalah surat peringatan rindu yang terlalu bodoh dan naif karena sebenarnya dia tak pernah mengenal Nona lebih dekat.

Andai Nona tahu? Saat tiba siang Pria GR itu sering muncul di tempat yang dulu menjadi awal perkenalannya dengan Nona. Menunggu, hanya mengamati dan melamun. Jadi jika Nona muncul di sana, bisa dengan cepat dia akan langsung menyapa. Harapannya tak akan pernah lebih dari itu. Jika lebih, Pria GR itu harus siap jatuh ke rindu yang lebih dalam. Tapi sekarang sudah jarang Nona berada di tempat tersebut. Apakah hari nya terlalu sibuk, Nona?

Surat peringatan ini hanyalah omong besar belaka karena Pria GR itu hanya pandai menunggu. Dia merasa chivalry nya akan ternoda jika hanya menyapa berbasa-basi tanpa guna. Jadi, maafkanlah Pria GR itu karena tidak bisa lupa. Maafkan, maafkan Pria GR itu, Nona.

“Sepertinya GR ini adalah malapetaka.”, begitu lirihnya.

…yang yang patah tumbuh yang hilang berganti
yang hancur lebur akan terobati
yang sia-sia akan jadi makna
yang terus berulang suatu saat nanti
yang pernah jatuh kan berdiri lagi
yang patah tumbuh yang hilang berganti…

“Banda Neira – Yang Patah”  is now playing.

Hanya Sabtu yang Lain

Standar

Again?!?

Where did it go wrong??
How i wish it could be a happy ending?
What a pity guy, ha?
Ok, my fault….
No courage. Just classic problem.
Sorry,
It’s not that simple
It’s like drama anyway !

Fokus dan semangat masih saja tertumpuk tidak karuan, berserakan kesana kemari. Kenapa? karena Tuannya sibuk. Sibuk dengan perasaan yang dia buang kesana, dia buang kemari, dia injak, dia kuatkan, dia hancurkan, dia kumpulkan kembali, dia patahkan dan dia satukan kembali. Selalu seperti itu tiada henti. Kasihan, kasihan! Sepertinya kurang sadar, sadar akan hidup yang selama ini dihabiskan energinya hanya dengan terlalu banyak memikirkan dan terfokus dengan perasaan. Baik perasaan sendiri atau perasaan orang.

*)Tulisan random di sabtu pagi diiringi lagu A-Ha – Take on Me dengan kopi yang terlalu pahit

Talk No Talk

Standar

This might be a beginning but it’s been so bad now. I wasn’t so sure also whether she has that interest to me as i wasn’t sure about me myself since we’ve only chatted several times. Although i always start the conversation with a simple Hi and just end without good explanations. I’m just getting tired and i need “something new” to begin.

Bener-bener taik kucing! Akhir-akhir ini mungkin lebih dari 10 kali saya melihat Whats App dalam sehari dengan mata terfokus pada satu nama. Biasanya ngga demikian, intensitas saya pegang ponsel bisa dibilang minim, saya akan buka ponsel jika butuh telfon atau ada pesan atau email yang masuk saja. Ternyata, naksir seseorang itu membingungkan dan mengingatkan saya tentang diri sendiri. Baru sadar kalau ternyata ada beberapa sifat saya yang baru muncul belakangan ini. Dalam kasus tertentu seperti hal ini saya itu ternyata ngga pedean, terkadang sulit untuk menaikkan kepercayaan diri kalau tiba-tiba ngga pedean ini muncul. Saya juga kembali disadarkan kalau rasa pede itu ternyata sebanding dengan kualitas muka. (?)

Meski hanya ingin mengirimkan pesan sederhana “Hai, lagi apa?” diri ini masih kaku malu. Ketahuilah nona, jika ada seorang pria yang mengirimkan pesan “Selamat malam”, atau “hai lagi apa.” atau pesan sapaan klise basa basi lainnya itu berarti dibalik pesan tersebut ada pria yang dalam hatinya menahan malu dan gengsi, bukan menahan boker. Jika kamu ngga balas atau kamu balasnya sehari atau seminggu kemudian, itu berarti kamu udah traktir dia dengan makanan beracun tikus. Sekalipun jika kamu ngga suka, plis…. tegasin kalau kamu ngga suka biar pria itu mundur dan dengan cepat bisa handle feelingnya.

I’m still not sure now, but i always see things are going well. I hope so.

Apakah dia ingin ditanyai dan ingin diberi kabar ?. Seringkali saya mati-matian menahan debat batin hanya untuk mengirim pesan sebatas Hai. karena selalu berpikir saya akan terlihat seperti pria agresif meski bukan demikian. Baiknya, akal saya masih setia dengan logika sederhana bahwa kami masih dalam tahap berkenalan dan masih me reka-reka satu sama lain. Jadi, saya harus bisa mengingati diri sendiri bahwa awal perkenalan ngga bisa diartikan terlalu jauh tanpa ada pertanyaan dan pernyataan.

Mungkin kami sejauh ini (baginya) masih dalam tahap perkenalan sepintas saja, hingga ngga masalah jika ngga berkirim kabar seharian, semingguan, sebulanan. Dan meskipun pesan yang terkirim (akan) berujung tanpa balasan.

So, if you have a minute why don’t we just meet?

Setelah Bangun Tidur

Standar

“Aka Aka….,
Waga waga.
Waka waka lutumbaba.

Hagaga kojo go baba..
Gagao kumarababa…

Waga waga ee..ee”.

Yang jika diterjemahkan dari Google Translate dan memilih bahasa Galaunese ke Indonesia berbunyi sebagai berikut:

Dear ….,
Saat ini aku baik-baik saja. Aku sekarang sibuk sekali dan maaf jarang menulisi blog ini karena telah kehilangan waktu luang. Lagipula aku sudah hampir lupa menggunakan bahasa Indonesia dan khawatir kalian para secret admirers tidak akan memahami bahasa yang kugunakan sekarang.

With love and care,
Duan.

22.00 WIB. pulang ke rumah. mandi, makan malam, ngerjain job sambil browsing internet, dan terhenyak menyadari sudah lama sekali blog galau ini tidak diupdate. Setelah berkontemplasi, saya mutusin buat mengupdate blog ini, saat ini. Ahhmmm… tapi saya bingung mau mulai darimana nih tulisan, dimulai dari kadar kegantengan saya yang tiap hari makin nambah kayaknya ngga koheren sama isi blog, dan saya baru benar-benar nyadar ternyata udah 6 bulan nggak update blog. Lah kayaknya baru kemaren saya update. Tapi ternyata udah 6 bulan aja. Hmm…tanda-tanda kiamat ini. 1 hari jadi berasa 6 bulan. Jadi salahkan alam ya. Jangan salahin saya. Hmmm..pantesan saya bingung. terus saya juga baru nyadar kalau sepanjang tahun 2013, saya cuma posting 1 artikel. Berarti 6 bulan sekali. saya jadi mikir, ini blog apa UAS, Kok 6 bulan sekali. Hmmm…kurang lucu ya. Ulangi deh. saya jadi mikir, ini blog apa UTS ganjil. Kok 6 bulan sekali. kok makin nggak lucu ya. Sudah sudah…lucu tidak lucu saya lanjutkan….

Hmmm..,Gini ya temen-temen (jih…serasa banyak temennya!!) saya terakhir update….awal januari. Jadi…Okay akan saya runtutin dan mengulas sedikit kisah-kisah penyejuk rohani saya dari bulan februari sampai bulan juni, supaya kalian yang sedang berada di jalan kesesatan segera kembali ke jalan yang di-ridhoi Tuhan setelah membaca kisah-kisah lelaki sholeh ini…Amiin…semoga berkah.

Jadi, saya awali cerita sedikit tentang…. februari saya, ummm…Satu quesioner yang meledak di otak saat melalui bulan februari adalah,… “Who’s not going to have a valentine this year? Oh no.., not only this year but also last, last, and last last last last laaaaasssttt year??!!” Ya saya….ya..ya…cowok cakep stok terakhir. O shit!! Kalo saya cerita di februari kayaknya ga ada cerita deh.. skip aja bulan februari!! Muak saya ama lo Feb!!

Trus maret!!…yia…awal maret usaha saya baru jalan. Karena di 11 desember kemarin, saya resmi resign dari tempat kerja saya selama satu tahun terakhir. and,..here I am, menjadi entrepreuneur total!!. Sebenernya masih mencoba dan belajar sih buat memiliki esensi dari seorang entrepreuneur, dan saya mencoba memposisikan diri saya sendiri sebagai bos dan karyawan buat diri sendiri #tssaahhh *kibasponi* masih baru boo’,,,,ga kuat gaji karyawan. Lhah bosnya sendiri aja belum tentu megang uang. Mau makan besok hari aja bingung.……

*klinthing!*

“Oy!!! Siapa yang lempar koin!!” #biadab!!

Berwirausaha!! Ya,dengan mengambil hampir separuh tabungan yang jumlahnya sedikiiiiiiiit banget buat dijadiin modal serta join sama sobat saya, si Edy. Sebenernya ide-ide itu udah masuk list saya di 2 tahun terakhir yang belum sempet saya checklist sampai hari dimana saya putusin untuk bikin usaha sendiri di tahun ini. Ya seperti itulah kesibukan saya sekarang yang menyita waktu saya sehingga lupa buat nyari pacar.., ya ampunn…sombong sekali lelaki ini!! Ngomong aja ga laku!! *ehm..Betewe, doain lancar ya teman! *lempar nasi tumpeng* :d

Honestly, ada site sendiri yang cerita tentang kesibukan saya karena saya ga mau cerita tentang usaha baru saya di sini, saya ga mau pasang linknya di blog aneh ini, di blog kurang kerjaan ini, di blog abnormal ini, di blog najis ini, di blog….. sudahlah…kenapa demen banget memaki blog ini. *maaf ya blog* #salim. Ya karena ga mau ada klien atau customer yang lari karena tau siapa saya sebenarnya kalo udah online! saya bahkan yakin sekali kalau mereka googling nama atau produk saya, hasilnya pasti akan, “Laman ini tidak dapat memunculkan hasil pencarian. Apakah yang anda maksud “Duan yang punya muka setan?’”,dan nemulah mereka blog ini. Aduh!! Rasanya mau saya hapus aja blog ini, tapi sayang *debat batin* let it flow…let it flow…focus cerita nyet.

And next…now April!!!

Ada apa di bulan april…bentar, saya buka diary saya.. oh ya, April cukup menarik. Saya menghadiri acara wisuda sekolah adik saya. Disana saya liat dia pas naik di atas podium, ada rasa aneh di benak saya. Ga kerasa udah 17 tahun dia. Bentar lagi kuliah, trus jauh dari rumah….ya baguslah, seenggaknya saya bebas di rumah. Ga keganggu, atau mungkin bakal rindu?? Ah,,Ga mungkin saya rindu sama bandit itu!!!! Shit!!! Saat acara wisuda itu, saya kebelet mau ke toilet, seorang remaja cowo keluar dari toilet. saya lihat ada remaja cewe, mungkin pacar cowo itu menunggunya di luar dan mereka berpandangan sebentar trus mata mereka berpendar penuh cinta, lalu berjalan bergandeng tangan. Cinta yang murni dan tulus ketika kita masih remaja. Sejenak saya merindukan kembali masa-masa SMA 5 tahun yang lalu. Masa culun tanpa pelangi cinta, yang ada hanya warna monochrome buram-buram kelabu…diejek sana-sini…

“kok buram? Ga punya pacar ya??? Sampai sekarang juga ya??”

……abaikan pertanyaan itu…….

Hmmm…. Saya kok ngelayab kemana-mana kalau mengenang masa lalu SMA… lagian kayaknya pas nulis ini, saya mabok kopi deh. Saya minum kopi dan always begadang terus beberapa bulan ini. Kata Dokter, minum kopi 10 kali dalam sehari dapat memicu syaraf kegaringan yang terletak pada bagian muka untuk memancar lebih aktif. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Hmmm… begini. caffeine yang terkandung di kopi, membuat kita menggerakkan sendok dan mengaduknya lebih aktif. Karena gerakan aktif itu, tanpa sengaja ujung sendok yang ber-ampas caffeine itu menyentuh dan memercik ke muka kita yang di dalam ampasnya terletak syaraf-syaraf kegaringan. Percikan inilah yang memicu syaraf kegaringan menjadi lebih aktif memancar dan menimbulkan efek ngelayab di fikiran kita. Begitu kira-kira.

Lalu apa gejalanya? Hmmm….Menurut dokter, gejala yang utama adalah tentu saja, kita tidak bisa membuat pembaca tertawa karena kita menjadi garing. Tulisan yang sejatinya dibuat untuk mengocok perut pembaca, malah terlalu ngejayus. Hmmm…lalu apa gejala lainnya? Gejala lainnya adalah, tulisan kita mengandung banyak sekali “hmmmm”. Hmmm……hmmmm….hmmmm….

Nah, berdasarkan penjelasan ilmiah tadi, sudilah kiranya para pembaca semua memaafkan idolamu ini bila ternyata postingan kali ini garing sekali (sstt..sstt..perasaan…kita juga garing ya sebagai pembaca. Maafkan kita ya, Pembacanya Pembaca).

Lalu Mei,

Ada apa ya di bulan Mei? saya lupa-lupa inget soalnya. Ga ada momen di diary saya yang mengupas detail bulan Mei, hanya ada customer yang complaining – satisfy during process and still no love “suck” story. Tapi satu hal yang pasti saya inget. Bulan Mei adalah bulan sesudah April dan sebelum Juni. Udah gitu aja…

Hmmmmm…….yayayayaaa….

Trus lanjut di bulan Juni…. Ada satu yang menarik di bulan ini, yang masuk di diary suci saya. Dan saya beri judul “petualangan pemuda dan lima kimcil”, #lebay. ya..ya..maksudnya, saya ngantar adik saya masuk PTN di Semarang. Lhah? bukannya adik lu cuma satu? Bukan..bukan, kali ini adik saya membelah diri jadi empat, dia kan sejenis bakteri. And i became five kimcil’s guide at that time. Rencana awalnya saya ke Semarang mau naik motor aja boncengan sama adik saya, tapi berhubung temen-temennya adik saya pada ngikut daftar barengan dengan alasan ga tau jalan dan baru pertama kali ke luar kota, jadinya mereka ngintilin saya. Jadilah saya naik bus dengan titel guide!!!!.

Btw, perjalanan ke luar kota naik bus, dalam hal ini ke Semarang sangatlah menakjubkan. Pemandangan sepanjang perjalanan, indah banget. Sawah, pohon, sungai yang menguning karena banyak kotoran manusia menjadi panorama yang tak terlupakan bagi idolamu ini kawan., indah banget pokoknya. Tapi…ummm…Bus nya agak spooky sih. Di bus yang sering ditemui di jalan raya ini, banyak sekali kisah menyeramkan yang berhembus. Jadi, pastikan kalian mematuhi aturan berikut ini ketika naik bus “antar kota” : Ketika pandangan kalian dialihkan ke dalam bus, kepala hanya boleh berputar 360 derajat mendatar dan ke bawah sehingga area pandang hanya berbentuk setengah bola.

Jangan, sekali lagi, jangan coba-coba menoleh 1 derajatpun ke area atas atau semua pemandangan indah yang kalian lihat di luar bus akan menjadi mimpi buruk. Kenapa? ka..ka…ka…karena dengan menoleh, walau hanya 1 derajat pun ke area atas, kalian akan melihat..OH MY GOD..menuliskannya pun saya ngga sanggup YA TUHAN…ini sangat menakutkan. Sebentar saya tarik nafas dulu. Oke. Pokoknya……pokoknya, kalau liat sedikit ke atas…Lindungi kami, Tuhan…. kalian akan melihat hal ini selama 3 jam perjalanan… Saya bahkan masih inget wajahnya…YA TUHAAAAN….kalian akan melihaaaaatt……*teriak dengan satu nafas* VIDEO KLIP ELVI SUKAESIH YANG JADUL BANGET MENARI-NARI DI TV PLASMA BUS!!!….*jatuh terkulai* *lemes* *tarik hembus nafas*. Pokoknya kalau kalian tidak mau trauma seperti saya, ikuti deh aturan tadi.

Hah! Oke. saya udah kuat. Maaf nambah lagi preambule postingannya. Tapi gapapa lah. Cerita petualangan yang singkat tadi jadi sedikit lebih panjang dan tentu saja membuat postingan saya semakin fokus dan tidak bertele-tele (?)

Lanjut ke cerita, jadi selama menjadi pemandu 5 kimcil di Semarang. saya diwajibin sama ibu saya buat jagain adik saya selama tes di PTN itu, yaitu 3 hari. Jadi selama 3 hari itu saya luntang-lantung nganggur ngga ada kerjaan *sucks*. Untunglah masih punya teman lawas, si Anung… calon mahasiswa abadi di sana *heheh* jadi bisa bernostalgia bareng, lumayan juga bisa nginep di kosnya.

Singkat cerita,…ya saya suka banget menyingkat-nyingkat cerita agar lebih singkat sesingkat rok mini nya indah kalalo *ceeessseee.

Hari pertama, menjelang malam… setelah melepas capek di kosan temen saya, finally i had my first diner in Warteg depan kosnya Anung. Penjualnya cantik, dia pake dress juga gilaaaak kayak Arina vocalist Mocca!! saya pasti naksir kalo dia nggak tua hahahaaaaaa….. Betewe,, Sedikit review tentang masakannya,.(Gggiiillaa…masakan warteg aja diReview!!! #PakBondan Mode:ON). Ya, saya lupa ingetin, sejatinya saya itu suka icip-icip makanan di luar masakan emak saya. Apalagi pas keluar kota kek gini, icip-icip itu wajib…And the warteg food in front of Anung’s kos, it was okay. Telor ceploknya agak sedikit manis. Pinggirnya terlalu halus ga garing. saya lebih suka telor ceplok versi Indonesia (by Indonesia i mean versi emak saya. Pengen sih nyebut versi Yunani. Emak saya ada sedikit campuran Dewi Artemis soalnya *Asal sebut* *Googling Dewi Artemis* *glek* *ternyata Dewi kehidupan liar dan hewan buas* *sembah sujud di kaki Mama*). Dimana telornya nggak totally hancur. Masih kerasa daging telornya. Dan paling penting, nggak manis kayak muka saya aja udah cukup.

Long story short, (tuh kan disingkat lagi,.. ada indah kalalo soalnya disamping saya..maunya nyingkat-nyingkatin aja roknya) akhirnya karena ngga mau dicumbui bosan saya dan Anung main-main ke cafe baru nya Tiko…..Tepat setelah isya’ tempatnya belum penuh…..karena saya langsung di welcome sama Tiko dan ditawari mau minum kopi apa, saya nya bingung… begitu saya liat nama menunya…. What!!! Ini kopi kayak nama pemain bokep luar negeri!!! Mak Cchiatto? dipasang tariff Sembilan ribu?!!!! Mucikari dari mana itu!!!!! najis….pengen rasanya saya samperin itu si Tiko…..terus saya labrak dia…”

eh…kesempetan banget lu yeee….lu kagak tau apa ini namanya prostitusi terselubung…ha??…kagak boleh tu dalam Islam….ngambil untung juga ampe 200 persen gitu…mukegile lu yeee…dasar bujang lapuk….tukang rebut janda orang *langsung saya jambak dan tampar si Tiko*…….si Anung nimpalin, “iye…jambak aja tu Bang…jambak”…

Astaghfirullah……..

Ah, gak ding…becanda.., to be honest, untuk kenyamanan dan the warm ambience, tempatnya oke dan asyik banget buat ngopi dan kongkow2, serta dilengkapi hotspot juga dan aneka macam mainan menarik. kalo lu ada di daerah sekitar Banaran Unnes datang aja ke Black Bean Coffee Shop…dijamin ga nyesel, ga kalah deh sama J.co dan BreadTalk!! Terus harga minumannya paling mahal cuma 15 ribuan. Kalau ngopi standar cuma bayar 6 ribuan. Jadi kalau dua kali ngopi semuanya 12 ribuan. Kalau dua orang minum kopi special cuma 30 ribuan. Kalau satu orang nggak jadi ngopi, jadi balik lagi 6 ribuan. Kalau satu orangnya ikut-ikutan nggak ngopi, jadi 0 ribu. Murah kan?!!!

kopi blackbean,blackbean coffee shop,warung kopi unnes,cafe kopi banaran unnes,tempat nongkrong di unnes semarang kopi blackbean,blackbean coffee shop,warung kopi unnes,cafe kopi banaran unnes,tempat nongkrong di unnes semarangAkhirnya setelah musyawarah mufakat dan lama termenung di depan buku menu sambil berdiskusi alot dengan Anung dan Tiko, saya nurut aja deh mau dikasih minuman apa… terserah yang penting kopi……..!!!!

Abis pesen, kita nyari tempat kongkow di dalam. And terus ketemu tempat laknat buat bermesraan dengan Anung…..yaelah…pacaran berdua sambil main kartu judi UNO lagi…. bangsattt!!!!

kopi blackbean,blackbean coffee shop,warung kopi unnes,cafe kopi banaran unnes,tempat nongkrong di unnes semarang

Di situ kebetulan ketemu sama Danang dan istri tercintanya, si Uki yang baru saya tau ternyata dia udah jadi As-dosen!! Dan mereka baru nikah kemaren!!. Weww…Padahal si Danang baru skripsi, tapi si Uki udah jadi As-dosen.. bener-bener pasangan yang masih “Liar” alur kemesraannya, jadi kalo di kamar pasti “main”nya diajarin sama Uki tuh. xoxoxo…. #piss #devil

And then, kita berempat join satu meja dengan main Scrabble Puzzle Box, dan selama tiga hari di sana tiap malem saya mainnya scrabble sama mereka terus… gilaa ini mainan asah otak paling mengerikan seluruh jagat raya, gimana nggak…umur twenty something kek gini masih aja lelet mikir vocab inggris. Ibarat computer ni, otak-otak kita masih Pentium 4..beuh..lemot!!!! diiringi bercengkrama dengan cerita-cerita dan joke-joke yg tingkat intelektualitasnya rendah banget tapi tingkat kelucuannya boleh diadu dengan joke-joke Kris Biantoro, Rahmat Kartolo dan Koes Hendratmo…….(waks?) Dan dari permainan inilah saya tau gimana tingkat inteleknyanya (idih. Typo. Tapi lucu juga ya. Nyanya. Nggak usah dihapus deh) temen saya si Anung, anak DKV semester akhir yg skripsinya ga jadi-jadi itu gila parraah…dia dapet nilai nyusun puzzle terendah terus…,ngakak saya karena dia dijadiin bahan celaan kita bertiga.

And well… saya rasa momen itu masuk salah satu kategori unstoppable fun nite di memori saya. Thanks buat Tiko, Anung, Uki with Danang yang udah mau menjadi tiga hari yang berkesan buat saya.

Well now…here’s July…huftt finally the story going end….

Bulan juli. What’s on?

Ramadhan!!!!! Happy ramadhan everyone, itu saja di bulan juli :d okay, enough the crap ya soal bulan juli. No story soalnya! Skip aja :p

Ya….begitulah perjalanan spiritualitas aku teman-teman, (karena ini bulan ramadhan maka perkenankanlah aku menggunakan kata “aku” di akhir paragraf ini untuk menyebut diriku sendiri sehingga mencerminkan sosok lelaki sholeh idaman mertua) sudah ya, teman-teman…aku lelah dan capai sekali ini, maklum habis selesai tarawih 40 rakaat dan tadarusan di masjid… sebelum aku undur diri, aku cuma berharap…mudah-mudahan di bulan yang suci ini tiang agama selalu menyertai kita. Amiiinnn…..

(pembaca kasak-kusuk; “ssst..ssstt..ngapain tiang agama dibawa-bawa. Maksud kalimatnya nggak jelas banget. Bodoh sekali blog ini ya”)

Akhir kata dari aku, maaf ya ga ada banyak foto-foto selama enam bulan itu. Ya kalo ada banyak foto-fotonya, blog ini akan seperti album fuji film, bukan? Lagipula idolamu ini sudah insyaf menaruh foto mukanya di dunia maya, banyak yang nge-Save soalnya.(?) sudah..yah……..wabillahitaufik…….wamitthoorik……..wassalaamualaiiiiiiii….. “Yo..Yo..Yo..Sebentar…sebentar Duan!” / “Oh…ada apa, Bapak Ganjar Pranowo?” / ” Saya cuma mau mengkritik… artikel blog itu harusnya isinya soal share pengalaman. Berbagi informasi dan tips, apalagi kamu jalan-jalan ke Semarang, kok kota saya tidak di review?. Lain kali di review ya!! Apalah gunanya lelaki soleh dan berwajah tampan seperti kamu kalau tidak mereview pesona kota saya di blognya!?! Mengerti kamu?!” / “Oke. Baiklah. Terimakasih atas kritiknya Bapak Ganjar Pranowo. Salim. Assalamualaikum, Pak” / “Wa’alaikumsalam”.

*plakkkk!!!!

Jangan Ributin Nikah Sekarang!

Standar

1 november, awal dari sebuah bulan dimana terdapat tanggal sakral di hidup saya.. , mungkin tanggal dan hari itu bukan hal yang penting bagi orang lain but it’s really really mean to me. whatever yea gaes.., :p BTW… di awal bulan ini saya mau sedikit cerita,, sebuah cerita singkat sebenernya dari kejadian menarik sore hari tadi,.

jadi,tadi sore saya menghadiri acara nikahan temen SMA… udah lama ga ketemu juga trus di sana bisa kumpul-kumpul sama teman lama….seneng berasa reunian tapi ga harus bayar uang iuran…..makan dan rokok gratis…….tapi kan “ngamplopin” uang juga?…xixixixi Berkumpul, nostalgia bersama dan ngedengerin komentar-komentar mereka yang udah lama ga ketemu :

“Duan…elu kok jadi keren sekarang??”…

“iya…udah ga culun lagi karena ada jambangnya…hahahaaa”

“ngawur nih…tambah mirip Afghan gitu kok, kacamatanya doang tapi, hahaa..” *ya..ya..makasih..you are like orang ke satu juta sembilan ratus tujuh puluh ribu tiga ratus dua yang ngomong gitu*

dan saya cuma ngerespon : “enak aja…saya kayak Iko Uwais tauk… ” *jah,,,tetep aja meninggikan standar saya hahaaaa..*

dan saya ber-komentar satu-satu ke mereka, lebih tepatnya mencela sih, :

“buset…lu umur berapa sekarang? Muka tua banget?? perut dikurusin John!!…jambang dicukur…batik jangan kegedean…jejaka kok gini….lu masih males mandi ya? hahahaaaa….”

komentar yang sama buat mereka semua……habis rata-rata gitu….kecuali yang cewek, malu saya mau nyela apa…hihi…

jah….kayak saya keren aja jadinya…. padahal saya dikeroyok habis-habisan karena ga bawa gandengan….

tapi ya….acara kondangan itu lebih ke seneng-seneng reunian buat saya…daripada a reminder kalo saya harus cepet-cepet nyusul…..tidak sama sekali…..malah saya seneng ngeliat temen-temen saya sudah nemuin pasangan hidup mereka kok…pasti seneng.. you’re great, buddy!!!

But honestly, meski saya seneng di acara nikahan temen saya itu tapi sebagai manusia apalagi sebagai admin blog absurd ini, ga lengkap rasanya kalo ga ngeluh……jadi di edisi kali ini saya tetep ngeluh….. -,-“

In the other side, attending friend’s wedding party, agak ngeganggu saya…..maksudnya, satu-persatu temen saya udah mulai gugur di medan “siapa yang paling tahan ga ML duluan”…… what??!! Bukan,,bukan…ehm..,Maksud sayaeee…..ituh, ehmm satu persatu mereka udah pada nikah getu…udah nemuin jodoh mereka dan mulai membina keluarga…maksud saya gitu tadi….ehm!!

dan saya,, salah satu dari yang masih bertahan…yang hebat…yang belum gugur…yang gagah perkasa mengarungi hidup sendiri,,..atau kata lain dari semua itu adalah ga laku-laku… cih,!! kadang jika ngeliat temen-temen saya nikah,..saya nanya ke diri saya sendiri, kapan saya? saya kapan? kapan? Kapan?? kapan bisa menjual keperjakaan saya secara halal…..??

“astaghfirullah”

“Hey,,itu bukan diksi kotor, idiot!! Artiin sendiri deh!!”

Anyway,,meski kadang saya mikir gitu, tapi saya sih santai….ga terbesit sama sekali rasa iri dengan teman-teman yang sudah menikah itu….bener deh…..benerrrr…serius…

“Ah,beneran kamu???”

Diam kamu Guling!!!!

Dan mungkin karena selain saya belum nemu my significant other (kalo Zooey Deschanel bersedia jadi muallaf trus pake jilbab dan ikut pengajian ibu-ibu tiap Kamis, mungkin saya sudah menemukan jodoh saya)…..selain itu saya juga masih belum solid secara finansial…. nabung bulanan aja masih ogah-ogahan booo’…..mau dikasih nafkah apa istri saya ntar?? Masa’ saya harus loakin muka saya biar finansial saya mapan? Emang berapa miliar harga muka saya?? Eh..eh,,kemahalan booo’ muka elu ga sampe miliaran tapi Cuma recehan, bego… jadi, sekarang sih saya masih sangat menikmati ke-Single-an saya,.. masih muda juga booo’…masih ingin bebas, belum siap menjalin komitmen yang sakral itu,..

Guling: “trus itu bunga apa? Kok secuil? elu nyolong bunga pengantin yang ada di pelaminan temenmu ya?? biar cepet dapet jodoh yaaa?? Kamu percaya mitos itu?? Hahaha…meranalah kau, Duan!!!! “

WAKSSS!!!! *banting guling*