Tag Archives: yang di otak

Ada yang Sedang Bodoh

Standar

Hai, kembali ketemu lagi dengan saya, admin blog yang sedang mati-matian untuk menjadi ngga galau-galau lagi di umur tua nya. Apa? Sudah lupa? Siapa saya? Saya,……

Kenalkan… seorang berzodiak Scorpio. Seringkali saya sendirian dan ngga mau mendengar pendapat orang, ngga mau terlalu menunjukkan kebaikan pada siapapun sebab saya ngga suka dipuji apalagi dikritik. Saya hanya membongkar kegalauan hanya di diary dan blog ini, karena jika saya curcol ke orang dan orang ini cerita ke orang lainnya, bisa bisa saya senewen sebab merasa harkat martabat saya sebagai seorang lelaki telah dikebiri.

Bagi saya, orang yang ngga sependapat dengan saya adalah intelektual yang semu. Saya memang ngga begitu pintar, tapi saya nyaman pada mindset bahwa ngga seorangpun pantas menceramahi orang lain tentang kehidupan sosialnya. Dan manusia-manusia modern tahun 2017 yang saya temui ini sepertinya penghuni masa kini yang sudah terlalu pintar untuk menceramahi saya karena mereka pikir saya terjebak di masa kuno.

Tapi emang sih saya pikir ngga bakal ngaruh juga kalo saya komentar dengan tulisan otak cetek gini ke manusia-manusia modern tahun 2017 itu., sebaliknya saya kalo nulis argumen gini melalui blog ini malah jadi suatu bukti kegalauan saya. Jadi? speak up ke mereka satu satu itu lebih baik?

Gini ya, i thought i was a good man. Till now i still want to believe so. Saya ngga suka diceramahin macem-macem apalagi dikasih saran bla bla bla blaaa tentang “seharusnya saya”. Ngga usah repot-repot ngasih advise ke kehidupan orang. Do you hear me, Manusia Tahun 2017?

Damn!!! Kenapa sih pikiran ini semrawut ngga karuan! I don’t know why. I wonder why. My best guess is because i’m lonely. Agree! Yes, i am. This time, now, i’m just lonely. Is that a confession? Yes. It’s a confession of mine.

Jadi sekarang baru nyadar kalo kesepian?? Ya, sometime i need one close friend, untuk bicara ringan dan berkirim pesan sederhana. Misalnya apa kabar, atau lagi apa? Hah klise basi!! Tapi hey, bertanya kabar adalah hal yang menyenangkan bukan? Dari pertanyaan basi ini kita bisa ngerti keadaan seseorang, juga bisa memberi efek perhatian. Benar? Ah, sudah lama rasanya ngga ada yang nanya kabar saya.

Ya, jujur,, ini ya! selain kesepian sekarang saya sedang merasa bodoh. Bodoh, bodoh banget… Ngga tau ya, tiba-tiba aja saya merasa bodoh sekali, sekarang… saya ngga tau aja. Mungkin karena ramainya suasana malam ini…dan saya ngga punya teman ngobrol di tengah banyaknya orang, hanya bermain laptop. Thanks to this laptop now i can pretend that i’m busy and not lonely–although i believe banyak orang sekitar ngelirikin saya karena meja kosong dan sendirian.

Dih, Ge er!!

Tapi biarpun begitu, i hope miracle happened like in movies i used to watch. But there’s no miracle. Kenapa? karena biasanya kalo di tempat ramai ada orang yang sendirian itu bakal ada orang yang ngajakin kenalan dan ngobrol trus jadi pacar, minimal teman. Tapi ini enggak, engga ada begituan. Yaiyalah ngga ada, kan situ ngga tampan!

Hahaaahaaa tampan? Kalian masih suka menilai fisik pria rupanya? Masih mengkapling pria menjadi tipe-tipe tertentu dengan standard dan kriteria tersendiri? Damn! rasanya kalian absurd sekali.

Tapi kenapa ya? Kenaaapaaa? Kenaaapaaaaaaa baru inget, kalo ini adalah malam minggu! Kenapa masuk ke cafe ini?? Siaaaaalllllllll….!!!!!.

Hanya Sabtu yang Lain

Standar

Again?!?

Where did it go wrong??
How i wish it could be a happy ending?
What a pity guy, ha?
Ok, my fault….
No courage. Just classic problem.
Sorry,
It’s not that simple
It’s like drama anyway !

Fokus dan semangat masih saja tertumpuk tidak karuan, berserakan kesana kemari. Kenapa? karena Tuannya sibuk. Sibuk dengan perasaan yang dia buang kesana, dia buang kemari, dia injak, dia kuatkan, dia hancurkan, dia kumpulkan kembali, dia patahkan dan dia satukan kembali. Selalu seperti itu tiada henti. Kasihan, kasihan! Sepertinya kurang sadar, sadar akan hidup yang selama ini dihabiskan energinya hanya dengan terlalu banyak memikirkan dan terfokus dengan perasaan. Baik perasaan sendiri atau perasaan orang.

*)Tulisan random di sabtu pagi diiringi lagu A-Ha – Take on Me dengan kopi yang terlalu pahit

Talk No Talk

Standar

This might be a beginning but it’s been so bad now. I wasn’t so sure also whether she has that interest to me as i wasn’t sure about me myself since we’ve only chatted several times. Although i always start the conversation with a simple Hi and just end without good explanations. I’m just getting tired and i need “something new” to begin.

Bener-bener taik kucing! Akhir-akhir ini mungkin lebih dari 10 kali saya melihat Whats App dalam sehari dengan mata terfokus pada satu nama. Biasanya ngga demikian, intensitas saya pegang ponsel bisa dibilang minim, saya akan buka ponsel jika butuh telfon atau ada pesan atau email yang masuk saja. Ternyata, naksir seseorang itu membingungkan dan mengingatkan saya tentang diri sendiri. Baru sadar kalau ternyata ada beberapa sifat saya yang baru muncul belakangan ini. Dalam kasus tertentu seperti hal ini saya itu ternyata ngga pedean, terkadang sulit untuk menaikkan kepercayaan diri kalau tiba-tiba ngga pedean ini muncul. Saya juga kembali disadarkan kalau rasa pede itu ternyata sebanding dengan kualitas muka. (?)

Meski hanya ingin mengirimkan pesan sederhana “Hai, lagi apa?” diri ini masih kaku malu. Ketahuilah nona, jika ada seorang pria yang mengirimkan pesan “Selamat malam”, atau “hai lagi apa.” atau pesan sapaan klise basa basi lainnya itu berarti dibalik pesan tersebut ada pria yang dalam hatinya menahan malu dan gengsi, bukan menahan boker. Jika kamu ngga balas atau kamu balasnya sehari atau seminggu kemudian, itu berarti kamu udah traktir dia dengan makanan beracun tikus. Sekalipun jika kamu ngga suka, plis…. tegasin kalau kamu ngga suka biar pria itu mundur dan dengan cepat bisa handle feelingnya.

I’m still not sure now, but i always see things are going well. I hope so.

Apakah dia ingin ditanyai dan ingin diberi kabar ?. Seringkali saya mati-matian menahan debat batin hanya untuk mengirim pesan sebatas Hai. karena selalu berpikir saya akan terlihat seperti pria agresif meski bukan demikian. Baiknya, akal saya masih setia dengan logika sederhana bahwa kami masih dalam tahap berkenalan dan masih me reka-reka satu sama lain. Jadi, saya harus bisa mengingati diri sendiri bahwa awal perkenalan ngga bisa diartikan terlalu jauh tanpa ada pertanyaan dan pernyataan.

Mungkin kami sejauh ini (baginya) masih dalam tahap perkenalan sepintas saja, hingga ngga masalah jika ngga berkirim kabar seharian, semingguan, sebulanan. Dan meskipun pesan yang terkirim (akan) berujung tanpa balasan.

So, if you have a minute why don’t we just meet?

Hilangnya sebuah “Hai”

Standar

….Kemeja kusut, celana jeans, sepatu kets, lecek basah kehujanan. Pria itu mengetok pintu dan memasuki ruang. Di dalamnya sudah menunggu seorang wanita berparas teduh yang langsung menyapa nya, “hai”….

Bener kata orang, pertemuan pertama memang selalu berkesan. Saya bertemu D di sebuah ruangan untuk briefing dengan bos nya, membicarakan sebuah pekerjaan. Baru sekali waktu itu di 23 tahun hidup menjadi diri saya, disapa senyum oleh wanita manis anonim dan dibuatkan secangkir kopi panas setelah kehujanan adalah hal yang jarang terjadi dan patut dirayakan. Setali tiga uang dengan frekuensi komet halley menyambangi bumi, maka hal kayak gini hanya akan terjadi lagi di hidup saya 76 tahun lagi (mungkin). Ah, lebay lu. tapi Tuhan emang lagi baik aja waktu itu, ngasih kejadian itu walaupun frekuensinya serupa komet halley. jadi kalian ngga usah sirik.

Udah 2 tahun, tapi rasanya baru aja kemarin saya membalas hai mu dan tanya kabar, meski mentok di sesi pdkt. Ah, D,. saya ngga ngerti gimana cara mengakali perasaan ini. Sama seperti si Nona Asing itu yang juga udah nikah duluan, yang saya pikir kamu bentar lagi akan seperti mpok-mpok gendut, rambutnya dikonde, pakai baju kebaya dan kain sarung terus ngunyah-ngunyah daun sirih.. oh… it’s just…God… i can’t explain it that you become a Mistress now..!

Entahlah, menulisi ini di malam dingin abis hujan dan,, sepiiiiiiii sekali…. emang udah biasanya sepi kan?, ah., tapi tapi akhir-akhir ini lebih sepi dari biasa biasanya. No no no one’s beside me… sampai suara jangkrik pun terasa banget suaranya,,.. kriuk..kriuk…kriuk… itu suara jangkrik atau suara hati remuk..?!

Anyhow, kalau dipikir-pikir mentok di sesi pdkt adalah hal bodoh kalau menurut saya sih. tapi gimana lagi, orangnya udah defensive banget ya kita mundur teratur namun tetap gagah. kan kita pria! ya, kan ya?! ya dong!.

Cih, pdkt. i tell you a secret, i always try to save moment biar ngga jaim dengan coba basa-basi melucu biar ngga garing… Btw, emang penting banget ya jadi lucu? Hmmm..,,mungkin buat orang yang tampan, kaya dan pintar ngga penting. Tapi buat orang yang ngga punya kelebihan kayak saya… itu satu-satunya cara untuk ngebuat orang mau deket dan ngga malu jaim sama saya… kalaupun gagal membuka topik buat basa-basi melucu biasanya berdo’a aja kepada Tuhan biar ada topik yang bakal mancing buat bisa ngobrol sambil bersikap cool, calm, confidence. the point is… saya ingin membuat orang yang bersama saya nyaman… gitu aja.. so..don’t put anymore doubt on me yach… i’m good on taking care of people kok, kecuali banci.

Mungkin saya perlu berubah dalam hal ini, but should i?. Mereka bilang perubahan itu perlu, karena perubahan lumrah terjadi. Tapi berubahnya harus menjadi lebih baik. Tapi satu yang ngga bisa berubah dari saya, i am not good at making topics to talk with girl !.

Ah, makin ngga jelas aja saya nulis hal beginian, efek dingin di bulan Oktober yang udah masuk musim penghujan, musimnya orang-orang saling pelukan merajuk manja karena hawa dingin! Sekarang saya jadi ngerti alasan para dukun itu ngasih tanggal-tanggal sakral untuk orang yang mau nikahan adalah pas mau masuk musim hujan dingin-dingin gini. i know it now i know it!

Jadi, sebenarnya mau ngomong apa sih ?!

Engga… cuma mau menghibur diri sendiri aja nih. Udah lah ngga perlu dengerin kata-kata orang lain kalau ujung-ujungnya cuma bikin kita down. inget ya, masih ada banyak hal yang harus kita lakuin selain menye-menye galau-galau ngga jelas kayak blog ini. Sekarang ini kalau galau nya ngga menghasilkan sesuatu yang menguntungkan, berarti bukan galau yang baik. Okey…Udah bukan umurnya gloomy-gloomy ngga penting. Pandangan fokus aja ke depan dan raih cita-cita, got it?!!.

Jadi, adakah yang lebih membahagiakan dari bertemu tanpa perlu mencarimu di luar sana, Nona Sleeping Beauty?

I thought I thought of every possibility
I just haven’t met “you” yet.

Mmmmm ….

I might have to wait longer.

 

 

*Jah! tetep jatohnya galau lagi! See? nyemangatin diri sendiri emang susssaaah!!!

Banyak yang Nikah, Kamu Juga?

Standar

….Me and some guys from school
Had a band and we tried real hard
Jimmy quit, Jody got married
I should’ve known we’d never get far,..
Oh, when I look back now
That summer seemed to last forever
And if I had the choice
Yeah, I’d always wanna be there
Those were the best days of my life…
Summer Of ’69 – Bryan Adams

Hmm… the tittle is sooo annoying.. Okay, i don’t expect something better in this blog… seperti pertama kali bikin blog ini dan terakhir kali login kesini, maunya cuma tulis sesuatu yang menuhin otak! random, anything! but in fact i expect i can write the important and information things in it…. But you know me,, i’ve no qualification for that…otak cetek sih… so, again, this post is sooo much Garing actually,… Garing with capital “G”. biarin blog ngga ada konten bagus karena ngga ada smart writing… maunya bahas kegalauan aja..(..tetep..).

07:45. Si Bryan Adams lagi nyanyiin Summer of 69 di playlist saya pagi ini, penggalan liriknya bikin dada kedat-kedut karena dia bilang “merit-meritan” segala. Karena bicara merit, di bulan September ini banyak sekali yang melangsungkan pernikahan. Mulai dari kerabat, tetangga, teman, temannya teman hingga teman yang ngaku-ngaku teman…..ngasih undangan!.

Hari Sabtu ini, ada 5 undangan nikah dari orang-orang yang ngaku-ngaku kenal sama saya, cih…haha. Keterlaluan, padahal teman yang bener-bener saya kenal hanya 2 orang aja, 1 teman lama masa SMA dan 1 teman spesial. sisanya, teman entah berantah yang saya lupa kenalnya dimana. Tapi, anyway saya tetep respect sama mereka karena telah mengundang saya, terima kasih sekali karena sudah ngasih reminder buat saya.

A reminder that means i’m growing older,
A reminder that means i’m too long being single pendekar,
A reminder that means just don’t be insecure,
A reminder that means God where is she?.

Okay, kita bicara hal klasik kali ini. Persoalan hadir di pesta nikahannya teman, posisi kamu adalah single…sendirian yang nanti akan berbaur dengan teman-teman yang rata-rata sudah berpasangan. Tebakannya adalah selalu akan ada orang bodoh norak yang nantinya bertanya meski hanya berbasa-basi, “kamu kapan nikahnya?”, “Jangan kelamaan sendiri, cepetan cari jodohnya”, “Jangan kejar karir melulu nanti nyesel keburu tua”, “jangan pilih-pilih kalo cari jodoh”.

Teman tetep teman, tapi teman yang berbasa-basi dan ngasih advices seperti itu menurut saya adalah teman bodoh norak. Saya ngga marah kok, hanya saya rasa terlalu kekanak-kanakan menanyakan hal seperti itu. at least, bertanya kabar dan saling mendoakan adalah hal yang lebih baik. So, don’t push anyone to get marry soon, let them enjoy and wait their time, cause God will provide them the best person when the time comes. Menikah memang bentuk ibadah yang bisa menyempurnakan agama, tapi jangan buru-buru nikah hanya sekedar ikut-ikutan teman, ini nikah bro bukan ganti baju ngga cocok kembalikan, jadi ngga smart banget tanya lu kapan nikah? kalau kita nikah pastilah kabar-kabarin elu, ngga usah rempong tanya-tanya. karena kan yang jelas ngga bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalau soal waktu dan jodoh kan terserah sama Tuhan. Dia akan adil untuk save the best for last. Percaya deh! : D

Anyway, bicara pesta pernikahan pasti yang digosipin disana adalah mas kawin yang diserahkan apa, jadinya identik dengan modal nikahnya berapa. Mau sedikit ngulas dikit karena akhir-akhir ini di kota saya ada sebuah cerita tentang lamaran pernikahan yang menyita perhatian. Seorang pria melamar pengantin wanita nya dengan menyerahkan mas kawin motor Yamaha Nmax, heboh lagi ada juga yang membawa lamaran berupa mobil Honda Jazz. Banyak yang nyinyir ngoceh alah palingan kreditan, alah palingan nanti istrinya ikut nyicil bareng, alah paling bentar lagi diambil dealer, alah palingan bentar lagi digadein buat modal warung nasi kucing bla bla bla bla… Dengan canggihnya teknologi pasti jadi viral banget lah apalagi mengingat pandangan publik adalah hal yang mempengaruhi standard hidup. Ya, pasti banyak ocehan. Karena biasanya kan seserahan mas kawin standard berupa seperangkat alat sholat dan emas berapa gram doang. Nah kalau di tempat saya dengan lamaran model begini, pastilah dikupas habis gosipnya, ibu-ibu rempong akan awet sekali gosipinnya berhari-hari. Eh, tau nggak anaknya si ibu Tuti kemarin dapet pegawai BRI lamarannya seperangkat alat sholat sama 10 onta arab bergigi emas. alah jeung itu sih nggak seberapaaaa, anaknya bu Eko malah dilamar sama seperangkat alat sholat plus jadwal berangkat haji tahun 2050. and then bla bla bla bla whatever.

Saya jadi bertanya-tanya sebenarnya dari mana pandangan publik itu berawal?
Siapa yang menentukan suatu standard hidup di dunia?
Apakah mas kawin berupa barang mewah bisa menjamin bahagianya pernikahan?
Kenapa ganteng-cantik bagi banyak orang itu harus berupa fisik?
Apakah orang yang sukses itu selalu kaya raya?
Kalau keluarga dengan rumah beratap jerami beralas tanah artinya mereka tidak bahagia?
Apakah makanan yang mewah itu sejenis sushi, pizza, pasta, dan semua makanan khas luar negeri?
Atau kalau belum punya smartphone artinya orang itu ngga gaul?

Bagaimana mungkin manusia itu sendiri yang membuat standard dan batasan-batasannya sendiri? Yang saya tahu pasti, manusia ngga akan pernah bahagia jika terus mengikuti keinginan dunia, keinginan tetangga, keinginan pacar, keinginan teman, keinginan berita televisi, keinginan majalah fashion dll, tapi ngga mengetahui keinginan kita sendiri itu apa. Kalau kita terus hidup berdasarkan standardisasi dunia, maka kita akan berakhir menyedihkan.

Tapi….. kalau lu wanita yang dapet lamaran semacam mobil dan barang-barang mewah pasti lu nyengir-nyengir kuda, kan? ngaku aja girang banget pasti. Alah, udah ketebak lu. : p *peace*

Menurut saya, selamanya nikah itu bisa murah, untuk mereka yang fokus pada esensi, bukan gengsi. tul nggak? tul dong… ayo yang setuju angkat kaki keatas.

*Okay, sampai di sini smart writing mulai nampak keliatan. bagus… blog ini akhirnya mengangkat isu sosial, hihi.

Katanya, Untuk 1 Teman Jauh

Standar

Kata orang, tidak baik menyimpan emosi dalam hati, banyak yang bilang akan lebih baik jika dikeluarkan. Tapi saya lebih memilih diam saat sedang kesal, gundah, marah. Mungkin itu sebabnya saya dibilang ngga punya ekspresi, selalu flat karena semua emosi saya diwakili oleh diam, wajah datar dan tanpa suara, katanya. Itu sebabnya saya “berdiary”, juga di sini, meski jarang.

Kata orang, saya tidak terlalu suka menyampaikan pendapat. Saya lebih sering jadi pendengar yang baik dan hanya berkata-kata saat genting, katanya. Itu sebabnya saya “berdiary”, juga di sini, meski jarang.

Kata orang, saya tidak cocok diajak ke lingkungan ramai. Karena tidak akan bisa mengobrol ke banyak orang dan sering dianggap antisosial, katanya. Itu sebabnya saya “berdiary”, juga di sini, meski jarang.

Kata orang, saya selalu suka menyendiri. Saya tidak memiliki banyak teman karena sering sendiri, katanya. Itu sebabnya saya “berdiary”, juga di sini, meski jarang.

Mungkin “kata orang” adalah salah satu hal yang menentukan suatu standard hidup kita di dunia. Kalau kita hanya terus hidup berdasarkan standardisasi dunia berdasar “kata orang”, mungkin kita akan berakhir menyedihkan. Saya benci penilaian sesuatu hanya berdasar “kata orang”.

Akhir-akhir ini, kata orang, saya selalu suka emosi dan tidak terkontrol. Entah, mungkin karena banyak deadline kerjaan dan jarang bisa tidur, seperti sekarang. pukul 02: 11. dan sepi sekali…..

Jadi,….. Tau nggak? Di sini juga sangat sepi, karena sudah hilang satu teman berisik.

Jadi,….. Hai, apa kabar? Tidak apa-apa tidak dijawab. Yang penting kamu sudah mendengar pertanyaan itu.

Jadi,….. Sepertinya sangat sibuk ya?. Tidak apa-apa tidak dijawab, maaf karena sok tahu.

Jadi,….. Kenapa blognya dihapus?  Tidak apa-apa tidak dijawab juga.

Tapi jika suatu waktu khilaf mampir sini and find this, just say hai or click something, okey. Remember this wise words that i wrote (i know you’re smarter than me because you’re older, tapi seenggaknya ada beberapa hal aja yang mau disampaikan! : p). So, if then you’ll find people who always text and call to ask how you are, these are the people who care. The people who talk to you back straight away and the people who do things to help. These are the people you should invest your time in. Your happiness starts with you. Not with your relationship. Not with your friends. Not with your job. But “with you”. Things outside of you won’t fix problems on the inside. Love yourself properly and people will love you. Don’t chase after people who are running away, if it is meant to be it will be. Hope your day is always sunny and bright there. Jangan pernah ngedumel emosian karena ada yang bilang, “katanya”.

Even i don’t know you quite well, just be nice and take care of yourself my (far away) friend. Of course you do : )

*Jangan GeEr, Katanya.