Tag Archives: curcol

Lebaran Santai

Standar

*Menulisi ini di teras, sambil liat anak-anak kecil pawai obor ngerayain malam Takbir Idul Fitri*

Pertama, saya ingin mengucap Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Mohon maaf lahir dan bathin kepada entah siapapun kalian.

Jadi, besok adalah tentang lebaran Idul Fitri, dengan tradisi sungkeman dan ketemu keluarga besar? gimana? Akan baik-baik aja? Bagi saya yang memang sudah masuk umur tuanya, setiap momen kumpul lebaran paling engga ada beberapa hal yang sudah kadung default semisal pertanyaan yang sensitif, horor dan menggalaukan jiwa. Dulu sih rada berat nanggepin pertanyaan-pertanyaan tentang studinya?, kerja apa?, udah ada calonnya?, kapan nikahnya? bla bla bla… Kalo sekarang? cih, enteng! slow ajaaaa udah kebal, kuping udah budeg, cengar-cengir kuda aja…santai. Ngga perlu dibawa perasaan karena memang semua orang ingin tahu soal kita. Terlebih orang yang udah tau kecilnya kita kayak apa, jadi wajar emang mereka tanya-tanya kita pas udah dewasa, itu perhatian.

Tapi okay, pertanyaan udah ada calon / kapan nikah mungkin akan menguji intelejensia dan kemampuan nalar seorang jomblo tentang toleransi atas hal yang sangat garing dan batas kesabaran jiwa hahaaa… i’m sure most of you may guessed it right terlebih bagi kalian yang late-twenties kayak saya. Biar suasana ngga kaku, saya kadang malah suka promo-promo ngiklanin diri sendiri siapa tau di-broadcast sama mereka ke kerabatnya yang lain, jadi kalo ada yang nanya, senyumin aja pakai jawaban dengan template kalem-alim-ngenes biar bikin para calon mertua di luar sana bakal merasa aman kalau harus menitipkan sisa hidup putrinya bersama saya *halah.

Cuma dari semua hal, kadang ada juga tipe-tipe orang yang hobinya tanya-tanya waktu ngumpul lebaran. Semuanya ditanyain. Dari masalah karir, asmara, keuangan, kesehatan, pokoknya persis zodiak. ada juga mereka yang manfaatin momen kumpul-kumpul lebaran untuk nunjukin eksistensi diri, pamer. Tanpa ditanya-tanya, dia ngember cerita mempresentasikan dirinya: tentang gimana studinya, tentang karirnya sekarang, and another high level things. Pokoknya di hal-hal semacam itu kuping saya udah budeg bolot. Tapi ya gimana lagi kan? namanya orang emang macem-macem sifat dan karakternya, banyak yang cari-cari bahan obrolan basa basi yang kadang bikin hati jadi basi dan bikin lebaran jadi ngga easy. maklumin aja… *sip

Jadi, ngga apa-apa ada yang tanya kapan saya akan menikah, nevermind, i’m just the easy one. i’m ready, just ask me when i’ll join the i’m-married-club. Saya akan jawab gampang dan tetap santaaaaai : )

 

Okay ya! Selamat Lebaran! Lebar-in hati dan pikiran, tetap santai! *sungkem*

Sedang Parah!

Standar

Seorang pria, yang niatnya sekedar mau ke apotek beli obat untuk ibu nya, ternyata iseng lewat alun-alun kota yang sedang menyelenggarakan Festival Kartini. Karena membuatnya penasaran, akhirnya setelah debat batin pria itu memarkir motornya dan masuk gerbang Festival. Sejenak mengelilingi Stands yang dipamerkan berbaris-baris. Dia berkeliling… keliling… keliling…. keliling…. hingga pemuda itu down! galau nya membuncah dan merasa konyol menyadari bahwa ternyata hanya dia yang berjalan sendirian di tempat yang seramai itu. Pria tersebut hanya uring-uringan di sepanjang jalan karena merasa menyesal masuk dan melihat festival. Entah jengkelnya ini adalah tentang apa dan harus ditujukan kepada siapa. Mencoba mengerti galaunya adalah suatu kesiaan. Dia, hanya ingin cepat pergi meninggalkan tempat seramai itu, pikirnya.

Duan, kenapa? mau aku hibur?

Siapa kamu?

Kenalin, aku Haley. Aku bisa nyanyi buat ngibur kamu : )

Seriously? Tapi Haley siapa kamu? Haley Guk Guk Guk?

Yeah, i’m serious! Bukan Haley Guk Guk Guk!!!

Baiklah. Nyanyikan aku lagu. Hanya untukku seorang. Hibur aku.

Okay, listen it carefully. i sing for you, just special for you : )))))

 

Ada yang Sedang Bodoh

Standar

Hai, kembali ketemu lagi dengan saya, admin blog yang sedang mati-matian untuk menjadi ngga galau-galau lagi di umur tua nya. Apa? Sudah lupa? Siapa saya? Saya,……

Kenalkan… seorang berzodiak Scorpio. Seringkali saya sendirian dan ngga mau mendengar pendapat orang, ngga mau terlalu menunjukkan kebaikan pada siapapun sebab saya ngga suka dipuji apalagi dikritik. Saya hanya membongkar kegalauan hanya di diary dan blog ini, karena jika saya curcol ke orang dan orang ini cerita ke orang lainnya, bisa bisa saya senewen sebab merasa harkat martabat saya sebagai seorang lelaki telah dikebiri.

Bagi saya, orang yang ngga sependapat dengan saya adalah intelektual yang semu. Saya memang ngga begitu pintar, tapi saya nyaman pada mindset bahwa ngga seorangpun pantas menceramahi orang lain tentang kehidupan sosialnya. Dan manusia-manusia modern tahun 2017 yang saya temui ini sepertinya penghuni masa kini yang sudah terlalu pintar untuk menceramahi saya karena mereka pikir saya terjebak di masa kuno.

Tapi emang sih saya pikir ngga bakal ngaruh juga kalo saya komentar dengan tulisan otak cetek gini ke manusia-manusia modern tahun 2017 itu., sebaliknya saya kalo nulis argumen gini melalui blog ini malah jadi suatu bukti kegalauan saya. Jadi? speak up ke mereka satu satu itu lebih baik?

Gini ya, i thought i was a good man. Till now i still want to believe so. Saya ngga suka diceramahin macem-macem apalagi dikasih saran bla bla bla blaaa tentang “seharusnya saya”. Ngga usah repot-repot ngasih advise ke kehidupan orang. Do you hear me, Manusia Tahun 2017?

Damn!!! Kenapa sih pikiran ini semrawut ngga karuan! I don’t know why. I wonder why. My best guess is because i’m lonely. Agree! Yes, i am. This time, now, i’m just lonely. Is that a confession? Yes. It’s a confession of mine.

Jadi sekarang baru nyadar kalo kesepian?? Ya, sometime i need one close friend, untuk bicara ringan dan berkirim pesan sederhana. Misalnya apa kabar, atau lagi apa? Hah klise basi!! Tapi hey, bertanya kabar adalah hal yang menyenangkan bukan? Dari pertanyaan basi ini kita bisa ngerti keadaan seseorang, juga bisa memberi efek perhatian. Benar? Ah, sudah lama rasanya ngga ada yang nanya kabar saya.

Ya, jujur,, ini ya! selain kesepian sekarang saya sedang merasa bodoh. Bodoh, bodoh banget… Ngga tau ya, tiba-tiba aja saya merasa bodoh sekali, sekarang… saya ngga tau aja. Mungkin karena ramainya suasana malam ini…dan saya ngga punya teman ngobrol di tengah banyaknya orang, hanya bermain laptop. Thanks to this laptop now i can pretend that i’m busy and not lonely–although i believe banyak orang sekitar ngelirikin saya karena meja kosong dan sendirian.

Dih, Ge er!!

Tapi biarpun begitu, i hope miracle happened like in movies i used to watch. But there’s no miracle. Kenapa? karena biasanya kalo di tempat ramai ada orang yang sendirian itu bakal ada orang yang ngajakin kenalan dan ngobrol trus jadi pacar, minimal teman. Tapi ini enggak, engga ada begituan. Yaiyalah ngga ada, kan situ ngga tampan!

Hahaaahaaa tampan? Kalian masih suka menilai fisik pria rupanya? Masih mengkapling pria menjadi tipe-tipe tertentu dengan standard dan kriteria tersendiri? Damn! rasanya kalian absurd sekali.

Tapi kenapa ya? Kenaaapaaa? Kenaaapaaaaaaa baru inget, kalo ini adalah malam minggu! Kenapa masuk ke cafe ini?? Siaaaaalllllllll….!!!!!.

Heiy, November yang Baru !

Standar

Heiy, Welcome 1st November !

Biasanya akan ada 3 moment yaitu di awal, tengah dan akhir November yang biasa saya ngerayain sendiri. Dalam hal ini menghibur diri, sangat berbaik-baik sama diri sendiri, lebih tepatnya manjain diri dengan makan makanan yang ngga tiap hari saya makan. Ya, cukup sendiri ngga usah ajak-ajak orang. Cukup spesialin diri sendiri aja untuk 3 momen berkesan dalam satu bulan November.

Malam ini, setelah kenyang makan. saya duduk di bangku taman kota. Menikmati malam liat ramainya lingkungan sekitar. Demi menghindari prasangka orang-orang, saya seringkali pura-pura sibuk dengan membawa earphone dan banyak snack biar ngga dikira galau melamun nunggu seseorang, karena pernah kejadian soalnya. Shit, that’s annoying when some people ngga respect nanya-nanya trus ikut numpang duduk di bangku saya dan ngoceh keras sama temen-temennya dan bikin sakit kuping. Jengkel untuk hal seperti ini, padahal niat nya saya buat nyendiri ngilangin jenuh eh malah kedatangan stress.

Ada kejadian tadi saat saya duduk-duduk santai tiba-tiba terdengar suara mendesah feminim di samping saya. Setelah menoleh, saya sebagai pemuda yang masih dikuasai hormon lonely ini jadi banyak banget komentar ngga penting yang otak saya pikirkan saat liat ini:

pengamen waria jepara, transgender singing beggar jepara,bencong jepara,pengamen bencong jepara, pengamen banci jepara,pengamen banci waria alun-alun jepara

A transgender singing beggar at public park

“Doeeeeeeeengggggg… makhluk apa ini! kekar banget bodi nya, …tangannya gede banget tapi ngondek. mana tatoan juga. Hadooohh itu di roknya kok nongol-nongol di tengah apaan….. TIDAAAAAAKKKKK…..”

Dan dia langsung nyanyi-nyanyi aja di deket saya, suaranyaaaa….. oh my…… blown away!! cetarrrr!!!! Dengan suara berat-berat kombinasi melengking…dan improvisasi di sana-sini… saya curiga kang banci ini implan vibrator di tenggorokan…vibranya bu…geter bener…ngalahin Princess Syahrini (?)

Jadi karena lagunya saya ngga bisa sing along, saya minta dia nyanyiin lagunya Kuntoaji – Terlalu lama sendiri. eh dia jawabnya ngelawak cekikikan kalau ngga tau lagunya, bisanya lagu dangdut gitu hihihi… ketawanya meringis genit sambil colek-colek saya. #njiirrrrrr. merinding saya !.

Setelah dibuai syahdunya suara Kang banci itu, overall….okay performance… ya, karena dia sukses menghibur hati saya meski lagunya ngga ear catchy dan tampangnya spooky. Jadi sebagai imbalan saya sawer uang 10 ribu. Aduh meringisnya dia girang banget kayak mau cium saya, tapi eittssss karena menjaga kesucian perjaka sholeh saya dengan cepat menghindari belaian tangannya saat nerima saweran. Kuatirnya ntar tangan saya dipegang terus langsung dipeluk cium. iyuuuuhhh…. bisa jatuh pamor imej lelaki sholeh saya hihi.

But actually he has really opened my eyes, karena kalau dipikir dia bener-bener berani nantang dunia. ngga bisa saya bayangin derita hati nya saat dimaki oleh orang-orang, diejek sana sini tapi dia tetep aja kokoh sama idealisme nya bahwa menjadi sosok yang feminim adalah kodrat nya meski dinilai salah. Sementara kita, masih aja ngeluh dengan hal-hal sepele. Malu rasanya. i hope you guys still care about people like him. jika ada yang ngamen kayak gitu sedekahin aja pakai uang lebihan, jangan recehan.

Tumben jadi wibawa gini?

Hahaa,, udahan aja deh random thoughts nya. Ah, ngga kepikiran kang banci ternyata masuk dalam spesial moment di pembukaan November saya hahaaa. Selamat merayakan November para klan scorpio !

PS: Setelah sekian lama betah sendiri, akhir-akhir ini saya sedang mencoba kenal dengan seseorang, tapi rasa trauma masih membelenggu. What to do??!!!

Hilangnya sebuah “Hai”

Standar

….Kemeja kusut, celana jeans, sepatu kets, lecek basah kehujanan. Pria itu mengetok pintu dan memasuki ruang. Di dalamnya sudah menunggu seorang wanita berparas teduh yang langsung menyapa nya, “hai”….

Bener kata orang, pertemuan pertama memang selalu berkesan. Saya bertemu D di sebuah ruangan untuk briefing dengan bos nya, membicarakan sebuah pekerjaan. Baru sekali waktu itu di 23 tahun hidup menjadi diri saya, disapa senyum oleh wanita manis anonim dan dibuatkan secangkir kopi panas setelah kehujanan adalah hal yang jarang terjadi dan patut dirayakan. Setali tiga uang dengan frekuensi komet halley menyambangi bumi, maka hal kayak gini hanya akan terjadi lagi di hidup saya 76 tahun lagi (mungkin). Ah, lebay lu. tapi Tuhan emang lagi baik aja waktu itu, ngasih kejadian itu walaupun frekuensinya serupa komet halley. jadi kalian ngga usah sirik.

Udah 2 tahun, tapi rasanya baru aja kemarin saya membalas hai mu dan tanya kabar, meski mentok di sesi pdkt. Ah, D,. saya ngga ngerti gimana cara mengakali perasaan ini. Sama seperti si Nona Asing itu yang juga udah nikah duluan, yang saya pikir kamu bentar lagi akan seperti mpok-mpok gendut, rambutnya dikonde, pakai baju kebaya dan kain sarung terus ngunyah-ngunyah daun sirih.. oh… it’s just…God… i can’t explain it that you become a Mistress now..!

Entahlah, menulisi ini di malam dingin abis hujan dan,, sepiiiiiiii sekali…. emang udah biasanya sepi kan?, ah., tapi tapi akhir-akhir ini lebih sepi dari biasa biasanya. No no no one’s beside me… sampai suara jangkrik pun terasa banget suaranya,,.. kriuk..kriuk…kriuk… itu suara jangkrik atau suara hati remuk..?!

Anyhow, kalau dipikir-pikir mentok di sesi pdkt adalah hal bodoh kalau menurut saya sih. tapi gimana lagi, orangnya udah defensive banget ya kita mundur teratur namun tetap gagah. kan kita pria! ya, kan ya?! ya dong!.

Cih, pdkt. i tell you a secret, i always try to save moment biar ngga jaim dengan coba basa-basi melucu biar ngga garing… Btw, emang penting banget ya jadi lucu? Hmmm..,,mungkin buat orang yang tampan, kaya dan pintar ngga penting. Tapi buat orang yang ngga punya kelebihan kayak saya… itu satu-satunya cara untuk ngebuat orang mau deket dan ngga malu jaim sama saya… kalaupun gagal membuka topik buat basa-basi melucu biasanya berdo’a aja kepada Tuhan biar ada topik yang bakal mancing buat bisa ngobrol sambil bersikap cool, calm, confidence. the point is… saya ingin membuat orang yang bersama saya nyaman… gitu aja.. so..don’t put anymore doubt on me yach… i’m good on taking care of people kok, kecuali banci.

Mungkin saya perlu berubah dalam hal ini, but should i?. Mereka bilang perubahan itu perlu, karena perubahan lumrah terjadi. Tapi berubahnya harus menjadi lebih baik. Tapi satu yang ngga bisa berubah dari saya, i am not good at making topics to talk with girl !.

Ah, makin ngga jelas aja saya nulis hal beginian, efek dingin di bulan Oktober yang udah masuk musim penghujan, musimnya orang-orang saling pelukan merajuk manja karena hawa dingin! Sekarang saya jadi ngerti alasan para dukun itu ngasih tanggal-tanggal sakral untuk orang yang mau nikahan adalah pas mau masuk musim hujan dingin-dingin gini. i know it now i know it!

Jadi, sebenarnya mau ngomong apa sih ?!

Engga… cuma mau menghibur diri sendiri aja nih. Udah lah ngga perlu dengerin kata-kata orang lain kalau ujung-ujungnya cuma bikin kita down. inget ya, masih ada banyak hal yang harus kita lakuin selain menye-menye galau-galau ngga jelas kayak blog ini. Sekarang ini kalau galau nya ngga menghasilkan sesuatu yang menguntungkan, berarti bukan galau yang baik. Okey…Udah bukan umurnya gloomy-gloomy ngga penting. Pandangan fokus aja ke depan dan raih cita-cita, got it?!!.

Jadi, adakah yang lebih membahagiakan dari bertemu tanpa perlu mencarimu di luar sana, Nona Sleeping Beauty?

I thought I thought of every possibility
I just haven’t met “you” yet.

Mmmmm ….

I might have to wait longer.

 

 

*Jah! tetep jatohnya galau lagi! See? nyemangatin diri sendiri emang susssaaah!!!

Banyak yang Nikah, Kamu Juga?

Standar

….Me and some guys from school
Had a band and we tried real hard
Jimmy quit, Jody got married
I should’ve known we’d never get far,..
Oh, when I look back now
That summer seemed to last forever
And if I had the choice
Yeah, I’d always wanna be there
Those were the best days of my life…
Summer Of ’69 – Bryan Adams

Hmm… the tittle is sooo annoying.. Okay, i don’t expect something better in this blog… seperti pertama kali bikin blog ini dan terakhir kali login kesini, maunya cuma tulis sesuatu yang menuhin otak! random, anything! but in fact i expect i can write the important and information things in it…. But you know me,, i’ve no qualification for that…otak cetek sih… so, again, this post is sooo much Garing actually,… Garing with capital “G”. biarin blog ngga ada konten bagus karena ngga ada smart writing… maunya bahas kegalauan aja..(..tetep..).

07:45. Si Bryan Adams lagi nyanyiin Summer of 69 di playlist saya pagi ini, penggalan liriknya bikin dada kedat-kedut karena dia bilang “merit-meritan” segala. Karena bicara merit, di bulan September ini banyak sekali yang melangsungkan pernikahan. Mulai dari kerabat, tetangga, teman, temannya teman hingga teman yang ngaku-ngaku teman…..ngasih undangan!.

Hari Sabtu ini, ada 5 undangan nikah dari orang-orang yang ngaku-ngaku kenal sama saya, cih…haha. Keterlaluan, padahal teman yang bener-bener saya kenal hanya 2 orang aja, 1 teman lama masa SMA dan 1 teman spesial. sisanya, teman entah berantah yang saya lupa kenalnya dimana. Tapi, anyway saya tetep respect sama mereka karena telah mengundang saya, terima kasih sekali karena sudah ngasih reminder buat saya.

A reminder that means i’m growing older,
A reminder that means i’m too long being single pendekar,
A reminder that means just don’t be insecure,
A reminder that means God where is she?.

Okay, kita bicara hal klasik kali ini. Persoalan hadir di pesta nikahannya teman, posisi kamu adalah single…sendirian yang nanti akan berbaur dengan teman-teman yang rata-rata sudah berpasangan. Tebakannya adalah selalu akan ada orang bodoh norak yang nantinya bertanya meski hanya berbasa-basi, “kamu kapan nikahnya?”, “Jangan kelamaan sendiri, cepetan cari jodohnya”, “Jangan kejar karir melulu nanti nyesel keburu tua”, “jangan pilih-pilih kalo cari jodoh”.

Teman tetep teman, tapi teman yang berbasa-basi dan ngasih advices seperti itu menurut saya adalah teman bodoh norak. Saya ngga marah kok, hanya saya rasa terlalu kekanak-kanakan menanyakan hal seperti itu. at least, bertanya kabar dan saling mendoakan adalah hal yang lebih baik. So, don’t push anyone to get marry soon, let them enjoy and wait their time, cause God will provide them the best person when the time comes. Menikah memang bentuk ibadah yang bisa menyempurnakan agama, tapi jangan buru-buru nikah hanya sekedar ikut-ikutan teman, ini nikah bro bukan ganti baju ngga cocok kembalikan, jadi ngga smart banget tanya lu kapan nikah? kalau kita nikah pastilah kabar-kabarin elu, ngga usah rempong tanya-tanya. karena kan yang jelas ngga bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalau soal waktu dan jodoh kan terserah sama Tuhan. Dia akan adil untuk save the best for last. Percaya deh! : D

Anyway, bicara pesta pernikahan pasti yang digosipin disana adalah mas kawin yang diserahkan apa, jadinya identik dengan modal nikahnya berapa. Mau sedikit ngulas dikit karena akhir-akhir ini di kota saya ada sebuah cerita tentang lamaran pernikahan yang menyita perhatian. Seorang pria melamar pengantin wanita nya dengan menyerahkan mas kawin motor Yamaha Nmax, heboh lagi ada juga yang membawa lamaran berupa mobil Honda Jazz. Banyak yang nyinyir ngoceh alah palingan kreditan, alah palingan nanti istrinya ikut nyicil bareng, alah paling bentar lagi diambil dealer, alah palingan bentar lagi digadein buat modal warung nasi kucing bla bla bla bla… Dengan canggihnya teknologi pasti jadi viral banget lah apalagi mengingat pandangan publik adalah hal yang mempengaruhi standard hidup. Ya, pasti banyak ocehan. Karena biasanya kan seserahan mas kawin standard berupa seperangkat alat sholat dan emas berapa gram doang. Nah kalau di tempat saya dengan lamaran model begini, pastilah dikupas habis gosipnya, ibu-ibu rempong akan awet sekali gosipinnya berhari-hari. Eh, tau nggak anaknya si ibu Tuti kemarin dapet pegawai BRI lamarannya seperangkat alat sholat sama 10 onta arab bergigi emas. alah jeung itu sih nggak seberapaaaa, anaknya bu Eko malah dilamar sama seperangkat alat sholat plus jadwal berangkat haji tahun 2050. and then bla bla bla bla whatever.

Saya jadi bertanya-tanya sebenarnya dari mana pandangan publik itu berawal?
Siapa yang menentukan suatu standard hidup di dunia?
Apakah mas kawin berupa barang mewah bisa menjamin bahagianya pernikahan?
Kenapa ganteng-cantik bagi banyak orang itu harus berupa fisik?
Apakah orang yang sukses itu selalu kaya raya?
Kalau keluarga dengan rumah beratap jerami beralas tanah artinya mereka tidak bahagia?
Apakah makanan yang mewah itu sejenis sushi, pizza, pasta, dan semua makanan khas luar negeri?
Atau kalau belum punya smartphone artinya orang itu ngga gaul?

Bagaimana mungkin manusia itu sendiri yang membuat standard dan batasan-batasannya sendiri? Yang saya tahu pasti, manusia ngga akan pernah bahagia jika terus mengikuti keinginan dunia, keinginan tetangga, keinginan pacar, keinginan teman, keinginan berita televisi, keinginan majalah fashion dll, tapi ngga mengetahui keinginan kita sendiri itu apa. Kalau kita terus hidup berdasarkan standardisasi dunia, maka kita akan berakhir menyedihkan.

Tapi….. kalau lu wanita yang dapet lamaran semacam mobil dan barang-barang mewah pasti lu nyengir-nyengir kuda, kan? ngaku aja girang banget pasti. Alah, udah ketebak lu. : p *peace*

Menurut saya, selamanya nikah itu bisa murah, untuk mereka yang fokus pada esensi, bukan gengsi. tul nggak? tul dong… ayo yang setuju angkat kaki keatas.

*Okay, sampai di sini smart writing mulai nampak keliatan. bagus… blog ini akhirnya mengangkat isu sosial, hihi.