Stop (S)Talking Without Speaking

Standar

I want to talk you everyday.

Oh, no. I prefer to keep silent.

And i feel delighted hearing my name mentioned by you.

Your name is just nothing. It is feels like a curse if i say your name.

I just… want to be your friend.

No, no… I’m done with you.

Alright. Then i hope you’re living a happy life.

Really?? Did you see how was i’m doing with my life?

Ok, i’m a fool.

 Right. You sound crazy and desperately lonely. Just stay away from me, please…

..o0o..

Wait…wait…wait…. Duan….What’s that??? Apa yang ada di otakmu itu?? Mengganggu sekali??? What are you doing here??? It’s been so long…. and you just write those shits???

Heiy Blog, my darkness, my old friend. I’ve come to talk with you again.

Yooo,, wait…..my galau friend. What’s your problems? Kenapa kemari? Tumben-tumbenan?

Kan cuma mau menulisi blog doang, cuma elu yang masih awet mau denger curcol beginian kan? Masa saya mau curcol di depan sidang paripurna DPR yang dipimpin oleh ketua komisi III Bambang Soesatyo dan disiarkan langsung oleh TV One, MetroTV, dan TV lain?

Hell, no! Kayaknya serius. Apa ini benar-benar sangat penting untuk dibahas?! Then tell me, what is it?

It’s just about my feeling, my Blog. Tau kan? kalo kemarin-kemarin ini saya sedang pedekate ke seorang wanita. Tapi dia cuek, acuh.

Apa?? ini cuma bahas masalah pedekate ke wanita?! Sialan lu, tapi okedeh, aku ngerti topik sensitif ngejar cinta di umur tua bukanlah hal yang untuk disembunyikan dan ditabukan. Justru sebaliknya, hal-hal sensitif kayak gini perlu dibuka selebar-lebarnya, dibahas, dipelajari biar bisa dishare ke wikipedia. Tapi sekali lagi nih, jangan dengan sumbu pendek dan pastiin siap untuk membuka pikiran aja. Jadi pengen tau bagaimana rasanya kembali pedekate, kayaknya udah lama buanget kan? Juga dulu katanya mau urus karir dulu? kok sekarang “kecantol?”
*eaaa

Oooohh my Blog, lu kayak dosen psychologi aja!!. hmmm rasanya pedekate lagi setelah sekian lama? huaaa jetlag banget…. iya sih awalnya ngga ada niat buat pedekate tapi yaaaa gimana lagi udah kelewat “sepi” sih soalnya…

Tapi apa elu nggak paham? Kalo dicuekin adalah udah satu porsi sama pedekate? Ya harus kuat mental dong?

I know i know. But can you imagine how painful being ignored?? I just don’t have any bravery to tell what i am feeling, i am afraid of losing a hope. Damn, the more i try to hold this feeling, the more pain i get for several times. Thinking about her, but i believe that she never thinks of me. Sometimes i think that she’s same with me, i mean she has the same feeling with me, but as time goes by, i realize that she doesn’t.

I think your feeling is a joke, you know?! that’s totally bad, my galau friend!

Ya, i think so. This feeling is just a joke, a VERY BIG JOKE. So now, i am learning to forget this feeling. I have this situation for many times, right? so maybe i can get trough this feeling well…

Meski aku tau kalo elu itu keras kepala….budeg….dan suka ngotot. tapi plis… kali ini dengerin, Kalo cara terbaik adala elu harus move on, lupain aja. delete contact nya jangan pernah stalking lagi. hentiin aja sebelum terlalu jauh. kan masih sebatas pedekate. Lebay sih lu! pakai drama banget.

Hmmmm….

Your Hmmmmm is a mistery. it’s not your time yet, Duan. udah.., udah ngga usah repot-repot nanya kabar, dia pasti baik-baik aja. Ngga usah nanya-nanya apapun lagi, persetan aja…. let her go… yang lain masih banyaaaaakkkkk…. STOP STOP STOP STOP PEDEKATE KALO NGGA DIRESPON!!! YOU JUST KILL YOUR SELF!!! JUST DO ANOTHER GOOD THINGS!!! YOU’RE A MAN!!! A SUPERMAN!!!!! A SUPERMAN YANG HAMPIR TUA SIH!!!

Hahahaaaaaaa sialaaaaannnnn…….

Iklan

Ada yang Sedang Bodoh

Standar

Hai, kembali ketemu lagi dengan saya, admin blog yang sedang mati-matian untuk menjadi ngga galau-galau lagi di umur tua nya. Apa? Sudah lupa? Siapa saya? Saya,……

Kenalkan… seorang berzodiak Scorpio. Seringkali saya sendirian dan ngga mau mendengar pendapat orang, ngga mau terlalu menunjukkan kebaikan pada siapapun sebab saya ngga suka dipuji apalagi dikritik. Saya hanya membongkar kegalauan hanya di diary dan blog ini, karena jika saya curcol ke orang dan orang ini cerita ke orang lainnya, bisa bisa saya senewen sebab merasa harkat martabat saya sebagai seorang lelaki telah dikebiri.

Bagi saya, orang yang ngga sependapat dengan saya adalah intelektual yang semu. Saya memang ngga begitu pintar, tapi saya nyaman pada mindset bahwa ngga seorangpun pantas menceramahi orang lain tentang kehidupan sosialnya. Dan manusia-manusia modern tahun 2017 yang saya temui ini sepertinya penghuni masa kini yang sudah terlalu pintar untuk menceramahi saya karena mereka pikir saya terjebak di masa kuno.

Tapi emang sih saya pikir ngga bakal ngaruh juga kalo saya komentar dengan tulisan otak cetek gini ke manusia-manusia modern tahun 2017 itu., sebaliknya saya kalo nulis argumen gini melalui blog ini malah jadi suatu bukti kegalauan saya. Jadi? speak up ke mereka satu satu itu lebih baik?

Gini ya, i thought i was a good man. Till now i still want to believe so. Saya ngga suka diceramahin macem-macem apalagi dikasih saran bla bla bla blaaa tentang “seharusnya saya”. Ngga usah repot-repot ngasih advise ke kehidupan orang. Do you hear me, Manusia Tahun 2017?

Damn!!! Kenapa sih pikiran ini semrawut ngga karuan! I don’t know why. I wonder why. My best guess is because i’m lonely. Agree! Yes, i am. This time, now, i’m just lonely. Is that a confession? Yes. It’s a confession of mine.

Jadi sekarang baru nyadar kalo kesepian?? Ya, sometime i need one close friend, untuk bicara ringan dan berkirim pesan sederhana. Misalnya apa kabar, atau lagi apa? Hah klise basi!! Tapi hey, bertanya kabar adalah hal yang menyenangkan bukan? Dari pertanyaan basi ini kita bisa ngerti keadaan seseorang, juga bisa memberi efek perhatian. Benar? Ah, sudah lama rasanya ngga ada yang nanya kabar saya.

Ya, jujur,, ini ya! selain kesepian sekarang saya sedang merasa bodoh. Bodoh, bodoh banget… Ngga tau ya, tiba-tiba aja saya merasa bodoh sekali, sekarang… saya ngga tau aja. Mungkin karena ramainya suasana malam ini…dan saya ngga punya teman ngobrol di tengah banyaknya orang, hanya bermain laptop. Thanks to this laptop now i can pretend that i’m busy and not lonely–although i believe banyak orang sekitar ngelirikin saya karena meja kosong dan sendirian.

Dih, Ge er!!

Tapi biarpun begitu, i hope miracle happened like in movies i used to watch. But there’s no miracle. Kenapa? karena biasanya kalo di tempat ramai ada orang yang sendirian itu bakal ada orang yang ngajakin kenalan dan ngobrol trus jadi pacar, minimal teman. Tapi ini enggak, engga ada begituan. Yaiyalah ngga ada, kan situ ngga tampan!

Hahaaahaaa tampan? Kalian masih suka menilai fisik pria rupanya? Masih mengkapling pria menjadi tipe-tipe tertentu dengan standard dan kriteria tersendiri? Damn! rasanya kalian absurd sekali.

Tapi kenapa ya? Kenaaapaaa? Kenaaapaaaaaaa baru inget, kalo ini adalah malam minggu! Kenapa masuk ke cafe ini?? Siaaaaalllllllll….!!!!!.

Surat dari Pria GR

Standar

Ini, adalah surat peringatan dari seorang Pria, untuk hatinya. Agar tak lagi rindu. Agar tak perlu bertele-tele dan cengeng seperti roman, dan tak perlu seperti drama atau seperti kisah sinetron lainnya.

Tidak seperti para Pria lainnya, Pria ini menolak untuk berani, dia pemalu, bisu rasa dan juga buta rupa. Seumur hidup dia tidak terlalu mengenal banyak Nona-nona. Ada begitu banyak hal yang belum dia ketahui tentang mereka. Pria ini kuno, semakin berumur dia tak lagi punya teman untuk sekedar dikirimi pesan atau untuk bercakap-cakap ringan. Pun begitu banyak yang masih misteri, tapi ada rasa senang yang sungguh tak terelakkan setiap kali dia berdiskusi denganmu Nona. Saat tenggelam dalam duniamu Nona, Pria GR itu cukup bahagia karena tak lagi sepi.

Pria itu tak tahu sejak kapan dia merasakan GR nya. Awalnya dia sekedar iseng menyapa. Sedikit kata dan membosankan. Yang pertama kali hanyalah “hei” yang sederhana, lalu dia lupa kata apa berikutnya yang bisa membuat Nona suka membalas. Namun dia ingat betul dia belum jadi GR kala itu. Entah sejak kapan tiba-tiba bayangan Nona itu mulai mengganggu hidupnya. Jadi, Pria yang dulunya suka rasa sepi itu sadar bahwa karena perkara ini, sekarang hatinya belum mau memaklumi dan enggan berdamai dengan pikiran.

Sekarang Pria GR itu seperti memakan sepotong kue rasa rindu di dalamnya. Selanjutnya rindu-rindu itu ada di tiap-tiap jendela, dan pintu, hingga atap rumah. Mereka menyelinap seperti dedemit yang menghantui dan suka bilang “hei” dengan nada seram kepadanya hingga muncul rasa takut. Ya, takut hanya karena “hei” yang sederhana Pria GR itu harus menanggung akibatnya.

Jadi, ini adalah surat peringatan rindu yang terlalu bodoh dan naif karena sebenarnya dia tak pernah mengenal Nona lebih dekat.

Andai Nona tahu? Saat tiba siang Pria GR itu sering muncul di tempat yang dulu menjadi awal perkenalannya dengan Nona. Menunggu, hanya mengamati dan melamun. Jadi jika Nona muncul di sana, bisa dengan cepat dia akan langsung menyapa. Harapannya tak akan pernah lebih dari itu. Jika lebih, Pria GR itu harus siap jatuh ke rindu yang lebih dalam. Tapi sekarang sudah jarang Nona berada di tempat tersebut. Apakah hari nya terlalu sibuk, Nona?

Surat peringatan ini hanyalah omong besar belaka karena Pria GR itu hanya pandai menunggu. Dia merasa chivalry nya akan ternoda jika hanya menyapa berbasa-basi tanpa guna. Jadi, maafkanlah Pria GR itu karena tidak bisa lupa. Maafkan, maafkan Pria GR itu, Nona.

“Sepertinya GR ini adalah malapetaka.”, begitu lirihnya.

…yang yang patah tumbuh yang hilang berganti
yang hancur lebur akan terobati
yang sia-sia akan jadi makna
yang terus berulang suatu saat nanti
yang pernah jatuh kan berdiri lagi
yang patah tumbuh yang hilang berganti…

“Banda Neira – Yang Patah”  is now playing.

Hanya Sabtu yang Lain

Standar

Again?!?

Where did it go wrong??
How i wish it could be a happy ending?
What a pity guy, ha?
Ok, my fault….
No courage. Just classic problem.
Sorry,
It’s not that simple
It’s like drama anyway !

Fokus dan semangat masih saja tertumpuk tidak karuan, berserakan kesana kemari. Kenapa? karena Tuannya sibuk. Sibuk dengan perasaan yang dia buang kesana, dia buang kemari, dia injak, dia kuatkan, dia hancurkan, dia kumpulkan kembali, dia patahkan dan dia satukan kembali. Selalu seperti itu tiada henti. Kasihan, kasihan! Sepertinya kurang sadar, sadar akan hidup yang selama ini dihabiskan energinya hanya dengan terlalu banyak memikirkan dan terfokus dengan perasaan. Baik perasaan sendiri atau perasaan orang.

*)Tulisan random di sabtu pagi diiringi lagu A-Ha – Take on Me dengan kopi yang terlalu pahit

Talk No Talk

Standar

This might be a beginning but it’s been so bad now. I wasn’t so sure also whether she has that interest to me as i wasn’t sure about me myself since we’ve only chatted several times. Although i always start the conversation with a simple Hi and just end without good explanations. I’m just getting tired and i need “something new” to begin.

Bener-bener taik kucing! Akhir-akhir ini mungkin lebih dari 10 kali saya melihat Whats App dalam sehari dengan mata terfokus pada satu nama. Biasanya ngga demikian, intensitas saya pegang ponsel bisa dibilang minim, saya akan buka ponsel jika butuh telfon atau ada pesan atau email yang masuk saja. Ternyata, naksir seseorang itu membingungkan dan mengingatkan saya tentang diri sendiri. Baru sadar kalau ternyata ada beberapa sifat saya yang baru muncul belakangan ini. Dalam kasus tertentu seperti hal ini saya itu ternyata ngga pedean, terkadang sulit untuk menaikkan kepercayaan diri kalau tiba-tiba ngga pedean ini muncul. Saya juga kembali disadarkan kalau rasa pede itu ternyata sebanding dengan kualitas muka. (?)

Meski hanya ingin mengirimkan pesan sederhana “Hai, lagi apa?” diri ini masih kaku malu. Ketahuilah nona, jika ada seorang pria yang mengirimkan pesan “Selamat malam”, atau “hai lagi apa.” atau pesan sapaan klise basa basi lainnya itu berarti dibalik pesan tersebut ada pria yang dalam hatinya menahan malu dan gengsi, bukan menahan boker. Jika kamu ngga balas atau kamu balasnya sehari atau seminggu kemudian, itu berarti kamu udah traktir dia dengan makanan beracun tikus. Sekalipun jika kamu ngga suka, plis…. tegasin kalau kamu ngga suka biar pria itu mundur dan dengan cepat bisa handle feelingnya.

I’m still not sure now, but i always see things are going well. I hope so.

Apakah dia ingin ditanyai dan ingin diberi kabar ?. Seringkali saya mati-matian menahan debat batin hanya untuk mengirim pesan sebatas Hai. karena selalu berpikir saya akan terlihat seperti pria agresif meski bukan demikian. Baiknya, akal saya masih setia dengan logika sederhana bahwa kami masih dalam tahap berkenalan dan masih me reka-reka satu sama lain. Jadi, saya harus bisa mengingati diri sendiri bahwa awal perkenalan ngga bisa diartikan terlalu jauh tanpa ada pertanyaan dan pernyataan.

Mungkin kami sejauh ini (baginya) masih dalam tahap perkenalan sepintas saja, hingga ngga masalah jika ngga berkirim kabar seharian, semingguan, sebulanan. Dan meskipun pesan yang terkirim (akan) berujung tanpa balasan.

So, if you have a minute why don’t we just meet?

One Fine Day

Standar

Hey take a look!! It’s 14th November!!. Time is starting to seem to fly, ha?. Knowing that entering new age is a challenge. Keep in mind that new age is really old, but it isn’t really young either.

So, i know that now in my new age i’m going to have to really grow up and become a mature and responsible adult. I really really really understand that it’s not the physical aging anyway, but the psychological aging that really makes me feel older.

God, i just wish that i could enjoy every simple things that i did without complain anymore, because those simple things are what make my days meaningful.

Just say goodbye to the past and just be happy okay!! And as usual, say it to yourself; “Happy birthday, Duan!! Happy birthday, Duan!! Happy birthday, Duan!!.”

*22:27 dan masih duduk di bangku taman. Sedang melamunkan apa, Duan?? Apa??!!! Mau pelukan hangat dan ciuman?!? Jangan ngawur kamu!!!!.

Heiy, November yang Baru !

Standar

Heiy, Welcome 1st November !

Biasanya akan ada 3 moment yaitu di awal, tengah dan akhir November yang biasa saya ngerayain sendiri. Dalam hal ini menghibur diri, sangat berbaik-baik sama diri sendiri, lebih tepatnya manjain diri dengan makan makanan yang ngga tiap hari saya makan. Ya, cukup sendiri ngga usah ajak-ajak orang. Cukup spesialin diri sendiri aja untuk 3 momen berkesan dalam satu bulan November.

Malam ini, setelah kenyang makan. saya duduk di bangku taman kota. Menikmati malam liat ramainya lingkungan sekitar. Demi menghindari prasangka orang-orang, saya seringkali pura-pura sibuk dengan membawa earphone dan banyak snack biar ngga dikira galau melamun nunggu seseorang, karena pernah kejadian soalnya. Shit, that’s annoying when some people ngga respect nanya-nanya trus ikut numpang duduk di bangku saya dan ngoceh keras sama temen-temennya dan bikin sakit kuping. Jengkel untuk hal seperti ini, padahal niat nya saya buat nyendiri ngilangin jenuh eh malah kedatangan stress.

Ada kejadian tadi saat saya duduk-duduk santai tiba-tiba terdengar suara mendesah feminim di samping saya. Setelah menoleh, saya sebagai pemuda yang masih dikuasai hormon lonely ini jadi banyak banget komentar ngga penting yang otak saya pikirkan saat liat ini:

pengamen waria jepara, transgender singing beggar jepara,bencong jepara,pengamen bencong jepara, pengamen banci jepara,pengamen banci waria alun-alun jepara

A transgender singing beggar at public park

“Doeeeeeeeengggggg… makhluk apa ini! kekar banget bodi nya, …tangannya gede banget tapi ngondek. mana tatoan juga. Hadooohh itu di roknya kok nongol-nongol di tengah apaan….. TIDAAAAAAKKKKK…..”

Dan dia langsung nyanyi-nyanyi aja di deket saya, suaranyaaaa….. oh my…… blown away!! cetarrrr!!!! Dengan suara berat-berat kombinasi melengking…dan improvisasi di sana-sini… saya curiga kang banci ini implan vibrator di tenggorokan…vibranya bu…geter bener…ngalahin Princess Syahrini (?)

Jadi karena lagunya saya ngga bisa sing along, saya minta dia nyanyiin lagunya Kuntoaji – Terlalu lama sendiri. eh dia jawabnya ngelawak cekikikan kalau ngga tau lagunya, bisanya lagu dangdut gitu hihihi… ketawanya meringis genit sambil colek-colek saya. #njiirrrrrr. merinding saya !.

Setelah dibuai syahdunya suara Kang banci itu, overall….okay performance… ya, karena dia sukses menghibur hati saya meski lagunya ngga ear catchy dan tampangnya spooky. Jadi sebagai imbalan saya sawer uang 10 ribu. Aduh meringisnya dia girang banget kayak mau cium saya, tapi eittssss karena menjaga kesucian perjaka sholeh saya dengan cepat menghindari belaian tangannya saat nerima saweran. Kuatirnya ntar tangan saya dipegang terus langsung dipeluk cium. iyuuuuhhh…. bisa jatuh pamor imej lelaki sholeh saya hihi.

But actually he has really opened my eyes, karena kalau dipikir dia bener-bener berani nantang dunia. ngga bisa saya bayangin derita hati nya saat dimaki oleh orang-orang, diejek sana sini tapi dia tetep aja kokoh sama idealisme nya bahwa menjadi sosok yang feminim adalah kodrat nya meski dinilai salah. Sementara kita, masih aja ngeluh dengan hal-hal sepele. Malu rasanya. i hope you guys still care about people like him. jika ada yang ngamen kayak gitu sedekahin aja pakai uang lebihan, jangan recehan.

Tumben jadi wibawa gini?

Hahaa,, udahan aja deh random thoughts nya. Ah, ngga kepikiran kang banci ternyata masuk dalam spesial moment di pembukaan November saya hahaaa. Selamat merayakan November para klan scorpio !

PS: Setelah sekian lama betah sendiri, akhir-akhir ini saya sedang mencoba kenal dengan seseorang, tapi rasa trauma masih membelenggu. What to do??!!!