Monthly Archives: November 2009

what kind love will you give???

Standar

Cinta?

Orang jatuh cinta katanya  sering melibatkan takdir. Mereka merasa bahwa pertemuan mereka telah ditentukan, “bahwa kau tercipta untukku dan akupun tercipta untukmu”. Haha basi… meski sebenarnya semua itu terjadi hanya kebetulan saja. Dan jika difikir secara logika, mereka-mereka yang jatuh cinta harus melihat masing-masing sebagai manusia yang memiliki keterbatasan serta tempatnya salah.  Mereka juga harus melihat kenyataan bahwa hubungan mereka juga melibatkan orang lain di sekitar mereka (ibaratnya dunia bukan hanya milik mereka berdua). Dengan kata lain, cinta itu harus ada unsur kematangan emosionalnya  selain juga akal pikiran yang sehat, dengan tujuan untuk membantu memperjelas kekaburan antara aspek emosional manusia dengan cinta yang sesungguhnya., iya kan?

Jika ada orang ngomong “wuih… beruntung banget aku punya pacar kayak dia. Bodinya kayak biola, bibirnya selalu basah…” wah ni orang pasti fikirannya sensual. Dan sebenarnya ada di tiap diri seseorang, namun bukan itu saja sifat seseorang mengartikan cinta, masih ada lagi yang mendominasi karakter seseorang dalam mengartikan cinta, mungkin seseorang tersebut berkarakter affectionist atau orang yang penuh kasih sayang  atau juga berkarakter realis yang selalu ingin bukti dari hubungan cintanya dan nggak mau cinta hanya sebatas kata-kata. Atau mungkin seseorang berkarakter maniac yang sangat terobsesi banget sama pacarnya, sampai-sampai foto-foto pacarnya disimpan dimana-mana. Atau mungkin juga berkarakter Dutyful yang menganggap cinta seolah tiada artinya dibanding dengan kesibukannya. Atau malah berkarakter Playboy/playgirl? yang “pleasure seeking only”. so, what kind love should you give?

Dan begini, seandainya kekuatan cinta kita diukur dengan karakter-karakter seperti diatas. Maksudnya secara dragmatis (ceilee bahasanya?) kekuatan cinta itu kita gambarkan dalam diagram yang saling berhubungan. Misal, jika ada dua orang berkarakter berbeda menjalin cinta, dimana perbedaan tersebut besar, contohnya orang berkarakter Playboy menjalin cinta dengan orang berkarakter erotis kemungkinan cinta keduanya untuk sukses adalah kecil. Tapi jika perbedaannya nggak jauh-jauh amat, misalnya  yang seorang affectionist dan yang satunya  realis, maka tingkat kesuksesannya bisa dibilang besar. Tapi bukan jaminan sih! Itu kan jika difikir secara logis. Jodoh kan di tangan Tuhan.

Sebenarnya Aku, Kamu, Kita bisa belajar mengenal karakter pasangan masing-masing kan? mencoba mengerti keterbatasan pasangan masing-masing, secara manusia nggak ada yang sempurna kan?? (hem). Ngga hanya bisa nuntut ngerti kamu aja, tapi juga bisa dituntut untuk ngertiin si pasangan.  Dengan begitu, hubungan yang terjalin bisa sukses dan mesra  kan?

Tulisan ini dibuat berdasar curhat dari teman (cewek) yang merasa sebel, jengkel,cemburu dan bla bla bla bla bla whatever lah sama pacarnya. Mereka selalu seperti ngga pernah akur meski status mereka sebagai  “pacar”. Tapi kenapa mereka bisa jadi pacar dan bisa bertahan sampai sekian lama??? Ya mungkin konklusi dari semua itu ada di diri mereka masing-masing ya.  Teman, yang sabar ya…  it’s life, don’t be sad.